Mantan kontraktor Badan
Keamanan Nasional Amerika Serikat (AS), Edward Snowden yang membocorkan
program penyadapan pengguna internet NSA, masih berlindung di Rusia.
Selama dalam masa pelarian
dan perlindungan, Snowden diketahui menggunakan peranti lunak khusus
untuk menghindari pelacakan dan penyadapan NSA.
Melansir Wired, Rabu 16 April 2014, Snowden menyadari hal itu, makanya ia sangat teliti menggunakan layanan teknologi komunikasi dunia maya.
Untuk berkomunikasi dengan media, Snowden menggunakan Tails,
sebuah sistem operasi versi Lunix yang dikustomisasi untuk
mengoptimalkan anpnimitas data privat.
Pengguna cukup menginstal pada DVD atau USB dan mengendalikan komputer secara anonim.
Sistem operasi Tails juga memudahkan pengguna untuk memaksimalkan Tor, aplikasi yang menganonimkan trafik internet pengguna.
Tails tak menyimpan data secara lokal, untuk itu pengguna yang
menggunakan ini hampir kebal dengan peranti lunak berbahaya dan
mencegah seseorang melakukan forensik pada komputer.
Peranti lunak inilah yang disebutkan melindungi jurnalis dan sumber yang berhubungan dengan Snowden.
Untuk diketahui Tor awalnya dikembangkan sebagai proyek penelitian
Laboratorium Riset Militer Angkatan Laut AS. Peranti ini digunakan
oleh orang yang peduli dengan anonimitas online. Tercatat marketplace online silk road, aktivis, whistleblower sampai korban yang terintimidasi telah memanfaatkan layanan anonim itu.
Dengan melindungi identitas online mereka, maka bisa membantu mengenkripsi dari campur tangan NSA.
Dalam salah satu dokumen yang dibocorkan Snowden, disebutkan NSA
mengeluhkan tentang Tor, pasalnya mereka kesulitan melacak pengguna
peranti itu.
Menariknya, semua kode Tails adalah open source alias terbuka, yang artinya semua orang bisa menggunakan peranti itu.
Tapi para pengembang Tails, yang anonim, mengaku memanfaatkan
peranti anonim itu sejak 5 tahun lalu. Namun mereka khawatir ada fungsi
yang hilang saat sudah dipakai oleh banyak orang.
Pengembang awalnya menyebut
proyek anonim mereka dengan Amnesia dan berdasarkan sistem operasi yang
disebut Incognito. Belakangan dua proyek itu digabung menjadi proyek
Tails, yang kependekatan dari The Amnestic Incognito Live System.
Selain Tor, Tails memiliki
alat privasi seperti PGP, KeePassX, sebuah sistem manajemen password,
aplikasi chatting yang terenkripsi. Pada Tails juga terdapat aplikasi
produktivitas OpenOffice, GIMP dan Audacity.
Dilaporkan pengembang Tails terus menerus memperbaiki masalah keamanan dan mencari relawan untuk mengembangkan proyek mereka.
teknologi.news.viva.co.id
Tidak ada komentar:
Posting Komentar